Home » Koleksi Puisi

Khayal

19 September 2010 961 views No Comment

Ketika tanah tak lagi basah
kukejar bayanganmu di atas mimpi
namun kau terus saja berjalan

Hujan membentuk tanda seru
angin menari, mengentak,
berteriak dalam bisu
melerai cerita menyeka sukma

Kuhembus nafas ke udara tanpa rasa
menyurut gelisah, senyum kusulap rata
menyeka sepi, sunyi terjaga
hadir dan pergi dalam khayal
yang tak pernah ada

Afriyanti,
Anggota Sekolah Menulis Paragraf
Angkatan II


Baca Juga Yang Dibawah ini


  • » Kuntum Hariku
  • » Gerimis di Malam Syawal
  • » Pelita Idul Fitri
  • » Menyusun Waktu
  • » Sumur Tua
  • » Hati yang Berembun
  • » Membeli Mimpi
  • » Jejak Kaki Ramdu Ramdu mati digilas sepi Terkapar di tengah hiruk pikuk bunyi Ramdu terdampar merugi Seperti rusa yang ditembak mati Ramdu mati Jejaknya juga tertinggal di kaki Ataukah jejak kakinya yang tertinggal mati? Ramdu hilang akal di sepoi baloi Ia acuh sama si Anoi Ramdu teraniaya, amboi... Temanku kini si Ramdu telah pergi Tinggalkan jejak kaki di tepi perigi Entah kenapa juga ia mati Apakah ditusuk belati? Atau didorong ke dalam perigi? Atau ikutan demo dengan si Beti? Ramdu mati, jejak kaki Ramdu tertinggal di tepi perigi Sampai-sampai detik ini Aku mengingatnya menjadi ngeri Yelna Yuristiary, Siswa SMU Plus Prov. Riau
  • » Sajak Ulang Tahun - Puisi Ulang Tahun
  • » Pahatan Hidup
  • » Sirip-sirip Hujan
  • » Menyapa Rembulan
  • » Aku Ingin Mencintai-Mu
  • » Cepat Sembuh Ayah
  • » Dua Mei Suatu Pagi
  • » Sebuah Harapan
  • » Pengasingan Ini
  • » Bening
  • » Berhenti Mencari Rindu
  • » Hampa
  • Silakan beri komentarmu

    Berikan komentarmu. Bisa juga minta info jika ada komentar baru lewat RSS.

    Curahkan isi hati, tunjukkan Xpresi mu!!! no spam or your IP will be banned

    Kamu juga bisa gunakan tags ini:
    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>