Home » Profil Xpresi

Profil Xpresi

XPRESI? Kenapa?
Kenapa tidak? Itu jawaban redaksi sewaktu ditanya oleh orang-orang di sekitar kita. Nama XPRESI awalnya adalah segmen koran harian bernama belia. Berganti menjadi Masa Depan Xpresi. Awalnya XPRESI terbentuk dengan sendirinya. Awalnya XPRESI berdiri kuat karna didukung penuh olehkoran terbesar di SUMATRA Riau Pos. Keberadaan Masa depan XPRESI dulunya juga didukung oleh LIGA PENSIL yang dipersembahkan Riau Pos, Rtv dan Bidai Production.

Bongkar pasang personil?
Mungkin tidak bisa dibilang bongkar pasang personil…. Hanya saja memang waktu itu CREW berasal dari tempat yang berbeda(harian), jadi tidak heran kalau pada akhirnya mereka kembali lagi ke band asalnya. Barulah pada tahun 2006, Xpresi diperkuat oleh Saidul Tombang, alif amri, Indrianti susanto, Arsito.Sekarang Xpresi dibawah naungan Heri B Koriun selaku Redaktur Pelaksana, dan diwakili oleh indri, herbas, adri, amin dan support xpresi Cowok Cewek Masa Depan.Jadi kapan event xpresi?Untuk sekarang event xpresi dalam tahap pengerjaan, xpresi sekarang dalam kejar tayang(hehehe….)alias LIGA PENSIL 2008!

Seru?
Sudah tentu… untuk membuat event ini tentunya membutuhkan semangat dari seluruh awakRiau Pos dan CCMD.
Merambah pasar Riau!

Sekarang, antusiasme segmen Riau Pos buat pelajar Riau semakin tinggi, terbukti selama inihalaman Xpresi dipenuhi skul profile yang banyak mengantri! hehehe:)

Setelah ini…?
Saat ini XPRESI dalam tahap perekrutan personil CCMD XPRESI . Tunggu aja kabar

Support XPRESI
CCMD merupakan suatu perkumpulan pelajar dari berbagai kota di Riau yang terhimpun dalam pengembangan bakat dan minat di bidang jurnalistik, penyiaran maupun intertainment dibawah naungan Riau Pos. Selain sebagai sarana penyaluran bakat, CCMD Community juga mempelajari dan mendalami bidang kepenulisan dan jurnalistik bagi setiap anggotanya.

Perkumpulan yang beorientasi pada Masa Depan ini dibentuk pertama kali pada September 2006 yang beranggotakan 16 pelajar dari berbagai sekolah di kota Pekanbaru. Rekruitmen anggota CCMD Riau Pos diadakan dalam beberapa tahapan, antaranya administrasi, verifikasi dan tes bakat dan kecakapan.
Rekruitmen terakhir CCMD dilaksanakan pada Februari lalu. Seiringan perkembangannya, community yang mempunyai jam wajib hadir setiap akhir pekan ini tak terbatas bagi pelajar kota bertuah saja melainkan dari berbagai daerah di Riau. Untuk saat ini, CCMD Riau Pos telah melahirkan dua angkatan, yang mana setiap tahunnya tim Xpresi Riau Pos secara rutin merekrut anggota baru.

Tim MDX sendiri terdiri dari wartawan profesional Riau Pos yang notabene berusia muda dan familair, sehingga setiap anggota CCMD dan Tim Xpresi Riau Pos udah seperti keluarga, begitu juga dengan seluruh wartawan media cetak dan elektronik yang berada dibawah naungan Riau Pos. Rencana tim Xpresi Riau Pos untuk membentuk dan menyalurkan bakat para pelajar melalui CCMD bisa dikatakan telah menuai hasil, pasalnya sebagian besar anggotanya telah lihai menulis berita, ada beberapa menjadi MC dan bahkan presenter TV.

Inti dari CCMD Community adalah satu, mengembangkan bakat dan minat untuk mengejar Masa Depan!, dan hal ini tepat sekali karena mereka dibimbing oleh lembaga besar yang profesional dan berpengalaman. Lalu kapan anda bergabung bersama-sama di Masa Depan?, ayo ikuti terus perkembangannya!, hanya di Xpresi yang terbit tiap minggu di harian Riau Pos.

UPDATE

Sejarah…

Xpresi saat ini sudah berumur hampir empat tahun (sejak September 2006). Telah banyak perubahan terjadi, mulai dari personel yang datang n pergi hingga crew leader yang terus berganti hingga kepergian sang Founding Father.

Awalnya nama Xpresi adalah Masa.Depan Xpresi yang terbit di koran Minggu harian Riau Pos yang terdiri beberapa halaman saja. Kemudian memasuki tahun keduanya (akhir 2007) Xpresi dibuatkan halaman Spesial berukuran kecil dengan total 16 halaman. Namun sejak 2009 awal Xpresi kembali menjadi halaman berukuran besar dengan hanya delapan halaman saja.

Jika dulu Xpresi hanya terbit tiap Minggu (Ahad), maka sejak Juni 2009 Xpresi terbit lima hari (Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Minggu). Tahun 2010 Xpresi akan terbit 7 hari seminggu alias tiap hari. Edisi harian (selain hari Minggu) hanya satu halaman, di halaman 35 Harian Riau Pos. Sementara untuk Edisi Mingguan terbit delapan halaman..

The Crew...

Sejauh ini (September 2006 hingga Januari 2010 akan datang) Xpresi telah mengadakan perekrutan crew sebanyak tiga gelombang/angkatan. Angkatan pertama (September 2006) dan kedua (2007) tergabung dalam CCMD. Namun pada perekrutan yang terkahir jauh lebih ketat dan ramai, nama merekapun berubah jadi “SJ” (Student Journalist), bukan lagi “CCMD” (Cowok-Cewek Masa Depan).

Konten/Rubrik..

Rubrik atau konten Xpresi adalah yang berkaitan dengan anak muda, pelajar, mahasiswa, pendidikan, hiburan, pergaulan sehat, interaktif dan banyak lagi..

Version….

Xpresi pertama kali Go Online pada Januari 2008 dengan tampilan blog/situs yang sederhana dan dengan sedikit pengunjung… Pada Januari 2009 situs Xpresi berevolusi hingga menjadi seperti sekarang ini…

Penggemar

Kami (Xpresi crew/team) tidak mengenal penggemar, kami bukan artis, kami hanya sekumpulan anak-anak muda, remaja yang mengembangkan baka dan minat serta hobby menulis. Jika kebetulan ada yang kenal dan suka, maka mereka adalah Sobat Xpresi (SobeX), atau pembaca Setia Kami.. bagi kamu-kamu yang tergabung dalam SobeX dan kenal dengan kami, dijamin tidak akan rugi dan menyesal..

Salam..

Hendrawan

PJ IT, Crew Xpresi Riau Pos.

28 Comments »

  • adhe puraindra said:

    Identifikasi Sosiologis Melayu dan Seni Teater Modern di Riau

    Melayu-

    Kata atau nama Melayu telah dikenal dalam rentang waktu yang cukup lama. Kata atau nama Melayu telah disebut-sebut pada tahun 664/45 Masehi, dan muncul pertama kali dalam catatan (buku tamu) kerajaan China.

    Melayu diartikan sebagai satu suku yang berasal dari Indalus (Sumatra) dan Seberang Sumatra (Malaka). Di Indalus atau Andalas terdapat kerajaan yang berhadapan dengan Pulau Bangka, di sana ada Sungai Tatang dan Gunung Mahameru serta sungai yang bernama ‘Melayu’. Rajanya bernama Demang Lebar Daun. Kata ‘melayu’ masih ditemui pada bahasa-bahasa di sekitar Palembang dan juga di Pulau Jawa; yang dihubungkan dengan kata ‘melaju’, atau ‘deras’,’kencang’. Kemudian ‘melayu’ dapat diartikan sungai deras aliran airnya; bisa juga ditafsirkan orang atau penduduknya pedagang yang gesit, dinamis. Melayu dapat pula berarti dagang; yang berarti orang asing. Bangsa Melayu identik sebagai seorang pedagang yang gesit. Fenomena kata ‘melayu’ yang kali kedua ini dan kemudian ditolak ukur dengan pernyataan ‘melayu’ pada poin pembahasan di pragraf sebelumnya juga sejalan dengan pernyataan dari catatan seorang biksu China bernama I tsing (Haan 1897; Schnittger 1939). Menurut catatan sang biksu, dia sempat mengunjungi Kerajaan Melayu sebanyak dua kali, yakni tahun 671 M dan 685 M.

    Melayu juga diidentikan dengan Agama Islam. Yang disebut ‘orang melayu’ adalah orang yang memeluk agama Islam, berbahasa Melayu dan beradat istiadat Melayu; tidak ada orang Melayu yang tidak beragam Islam.

    Tinjauan-tinjauan tentang suku Melayu tersebut di atas menggunakan metode pendekatan bahasa dan pemaknaan kata ‘melayu’ dalam arti kata. Metode tersebut sering pula disebut sebagai metode filologis. Dari hasil tinjauan tersebut tergambarlah bahwa melayu merupakan suatu suku yang berada di Pulau Sumatra dengan ciri suka berdagang dan sukses dalam pelayaran dagangnya. Kelokasian tempat dari asal-usul suku melayu ada dimana ? (tentang perkiraan suku Melayu ada di Sumatra Tengah), masih sangat kabur dan kurang jelas keberadaannya, atau: apakah ‘melayu’ hanyalah satu sebutan saja bagi seorang pelayar dan melaksanakan aktifitas perdagang pada masa dahulunya ?

    Melayu pada tinjauan filologis hanya menafsirkan sebagai suku yang berasal dari Sumatra dan Seberang Sumatra (Malaka). Karena kebiasaan dagang suku tersebut maka persebaran adat mereka tersiar di Pulau Jawa dan seluruh Nusantara Indonesia juga di belahan bumi lainnya.

    Melayu yang juga diidentikan dengan bahasa, adalah cikal bakal dari Bahasa Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa dasar dari pernyataan ini karena ‘Bahasa Melayu’ sudah akrab semenjak zaman dagang sebelum Nusantara menjadi Indonesia. ‘Bahasa Melayu’ digunakan sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan dagang tempo dulu. Fungsi Bahasa Melayu sebagai linguafranca ini, persebarannya tampak meliputi budaya yang begitu luas, hampir meliputi seluruh daerah pantai di tepian lautan ‘pedalaman’ Indonesia.

    Teks tulis dari Bahasa Melayu adalah huruf arab dengan struktur yang dituliskan berdasarkan ketetapan dengan pasal aturan tulis. Unsur yang mempermudah diterimanya akumulasi bunyi kedua bahasa (Arab dan Melayu) itu karena ada persamaan bunyi pada sebagian besar huruf yang ada dalam Bahasa Melayu dengan bunyi yang ada dalam Bahasa Arab. Huruf Arab yang ditulis tanpa petanda baca tersebut sering pula disebut Huruf Arab Melayu (pegon). Penyebaran Bahasa Melayu meluas sejalan dengan pesat majunya perdagangan Suku Melayu itu sendiri.

    Budaya Melayu banyak dipengaruhi Agama Islam. Melayu yang berkembang di Sumatra melingkupi kerajaan-kerajaan bekas Hindu dan Budha serta animisme di nusantara. Adapun kerajaan–kerajaan itu antara lain : Samudara Pasai di Kalimantan, Sriwijaya di Sumatra, Aceh di Sumatra, Goa di Sulawesi, Aceh dan juga Riau Lingga.

    Seni di Riau-

    Khususnya di Riau yang kemudian merupakan salah satu wilayah temadun dari Budaya Melayu, bermukim bermacam-macam suku bangsa seperti Suku Melayu yang dianggap sebagai suku asli dan dominan, suku pendatang dari seluruh Indonesia dan suku-suku terasing. Di samping itu juga menetap di daerah ini bangsa pedagang dari luar negeri, yakni Cina. India, Arab dan Bangsa lainnya. Keragaman atmosfir kesukuan di Riau ini mengindikasikan terjadinya akulturasi budaya. Kebudayaan Melayu yang pada awalnya mendominasi berbaur dengan budaya bawaan lainnya yang ada di Riau.

    Kerumpunan Melayu yang berkembang di Riau sangat mendominasi. Ini tidak dapat dilepaskan dari nilai sejarah pembentuknya. Kebudayaan Melayu yang begitu kental di wilayah Riau kemudian disinyalir sebagai suatu petanda sentiment yaitu tentang pusat Budaya Melayu. Oleh pemerintah setempat dan tentunya didukung oleh segenap Bangsa Indonesia, kemahawarisan Budaya Melayu yang mendominasi wilayah Riau ini menjadi sebuah proses pelacakan pusat Budaya Melayu semenjak beberapa tahun silam dengan sebuah misi publik yaitu : Riau adalah pusat dari Budaya Melayu Dunia pada tahun 2020 kelak.

    Dominasi Budaya Melayu di Riau ini kemudian menjadi faktor sosiologis masyarakatnya. Hubungan sosial antar masyarakat Riau yang terdiri dari berbagai akar budaya yang saling berakulturasi telah menempatkan kemahawarisan Budaya Melayu sebagai filter budaya yang berkembang disana.
    Keidentikan Budaya Melayu adalah peleburan budaya dan nilai norma Agama Islam. Agama Islam telah pula menjadi ciri lahirnya beragam bentuk kreatifitas seni sebagai bagian dari wujud Kebudayaan Melayu.

    Seni di Kebudayaan Melayu adalah bagian dari nilai keindahan yang tertata apik dan tak lepas dari tuntunan nilai norma keislaman. Bentuk seni yang berkembang terdiri dari ragam budaya yang dibedakan dari faktor sosiologisnya. Kebudayan Melayu (yang juga berkembang di Riau) terdiri dari; 1) Kebudayaan Melayu Bangsawan, 2) Kebudayaan Melayu Lokal/ Rakyat.

    Kebudayaan Melayu Bangasawan terbentuk dari hubungan sosial yang terjadi dalam lingkungan Bangsawan/Istana Kemelayuan. Kebudayaan Melayu Lokal/ Rakyat terbentuk dari hubungan sosial yang terjadi dalam lingkungan rakyat diluar wilayah istana. Bentuk-bentuk dari Kebudayan Melayu Bangsawan dan Kebudayan Melayu Lokal/ Rakyat itu diwujudkan dalam hubungan sosiologis masyarakat dalam kesatuan. Pola dari kedua bentuk Kebudayaan Melayu tersebut menciptakan bentukan ciri pada masyarakat pendukungnya masing-masing. Garis besarnya adalah Kebudayaan Melayu ada dalam ritus kehidupan masyarakatnya (lahir-hidup-kematian), ritual keagamaan dan adat, serta permainan adat dan kesenian.

    Rangkaian pragraf berikut akan membatasi subjek pembahasannya yaitu kesenian ‘melayu’ yang berada di wilayah Riau.

    Riau sejak dahulu sudah menjadi daerah lalu lintas perdagangan negara-negara tetangga, sehingga Riau melahirkan sosok dan warna budaya yang beragam. Hal ini merupakan beban, sekaligus berkah historis-geografis. Riau seakan-akan merupakan ladang perhimpunan berbagai potensi kesenian, yang di dalamnya terdapat pengaruh kebudayaan negara-negara tetangga dan kebudayaan daerah Indonesia lainnya. Kesenian Melayu Riau sangat beragam, karena kelompok-kelompok kecil yang ada dalam masyarakat juga berkembang. Perbedaan antara Riau Lautan dan Riau Daratan menunjukkan keanekaragaman kesenian di Riau. Hal ini sekaligus sebagai ciri khas Melayu Riau, karena dari pembauran kelompok-kelompok itu pandangan tentang kesenian Riau terbentuk. Maka pada zamannya, Kebudayaan Melayu telah menjadi sistem yang berubah tiap waktu sesuai masyarakat pendukungnya yang juga mengalami perkembangan*

    Kesenian adalah sebagai salah satu produk kebudayaan. Di Riau, terdapat beberapa bentuk kesenian diantaranya pertunjukan (teater, tari musik, dan nyanyian) dan sastra. Khususnya seni teater dalam kesenian pertunjukan di Riau terakumulasi pula dalam beberapa jenis dan bentukan (tercatat; yang telah identivikasi dalam proses pendokumentasian dan penginventarisasian) yaitu: Teater Bangsawan (Wayang Persi), Berdah, Berbalas Pantun, Dul Muluk, Nandung, Mak Yong, Mamanda, Mendu, Nandai, Randai Kuantan, Surat Kapal, Ranggung**

    Teater modern di Riau adalah seni teater yang berkembang dengan ciri kedaerahan Riau (Kebudayaan Melayu sebagai identitas). Pada bagian berikutnya dari makalah ini akan disampaikan pandangan penulis terhadap perkembangan Teater Modern di Riau dimana penulis merupakan juga salah satu seniman teater dari latar keluarga Budaya Melayu di Riau, bertempat tinggal juga di Riau dan kemudian sejak tahun 2004 sampai sekarang mengurangi konsentrasi kegiatan kreatifnya di wilayah Riau karena alasan menempuh pendidikan (seni) diluar wilayah Riau.

    Keterangan :
    * ; perlu pembahasan lebih lanjut.
    ** ; beberapanya dalam proses penelitian dimana salah satunya (ranggung) juga dalam proses penelitian oleh penulis.
    Teater Modern di Riau-

    Menimbang perkembangan teater modern di Riau adalah menelaah sejengkal cerita yang sampai sekarang tidak pernah usai tuntas di tamatkan. Tentang fokus sajian pada bagian ini penulis memberikan beberapa alinea pragraf yang berisi tentang sudut pandang teater modern di Riau di tinjauan dari beberapa hal dengan berbagai ragam masukan dan referensi yang telah dikumpulkan dari berbagai pihak. Adapun teater modern di Riau ini akan coba di uraikan melalui tinjauan-tinjauan terhadap; 1) Sanggar-Komunitas Seni [teater] modern di Riau, 2) Tokoh Seni [teater] Modern di Riau, dan 3) Perkembangan Seni [teater] Modern di Riau dalam objektifitas berbagai Pementasan Seni [teater] di Riau.

    Babakkan selanjutnya dari penelaahan teater modern di Riau adalah sajian dari penjelasan berbagai tinjauan tersebut diatas. Dengan mempertegas pernyataan (bahwa) Seni [teater] Modern di Riau adalah bentuk sajian seni teater sebagai pertunjukan yang (secara objektif penulis) perkembangannya dipengaruhi oleh kaidah norma dan adat seni Melayu, dimana sebagai landasannya yaitu agama Islam.

    Pelacakan Sanggar-Komunitas Seni [teater] modern di Riau menyematkan beberapa hal yaitu bahwa ragamnya terdiri atas Kelompok Sanggar yang cikal bakalnya adalah sebuah kegiatan klub atau ekstrakulikuler di sebuah sekolah, dan Kelompok Sanggar yang cikal bakalnya adalah komunitas seni. Sanggar dan komunitas tersebut mengandalkan supliran dana dari pihak – pihak yang berkenan dan memang berkewajiban akan kelangsungan keberadaan mereka. Hanya beberapa sanggar yang mampu bertahan dengan mengandalkan keuangan guna pendanaan kebutuhan sanggar-komunitasnya dari itensitas produksi kreatif. Beberapa sanggar yang kemudian sampi dengan sekarang mamou bertahan juga adalah sanggar tersebut memiliki salahsatu pemarkarsa atau seorang tokoh utama yang cukup berpengaruh dalam sanggar-komunitas tersebut. Berbeda dengan komunitas yang cikal bakalnya adalah sebuah komunitas seni, sanggar teater sekolah yang merupakan kelompok siswa/pelajar tergantung keberadaannya dengan sebuah system yang berada di sekolah tersebut dan jumlah keanggotaan dan pemerhati keberadaannya. Fenomena sanggar-komunitas teater yang cikal bakalnya adalah kegiatan klub atau ekstrakulikuler di sekolah adalah sebuah lingkaran kesinambungan yaitu hilang dan terbentuknya berjalan bersamaan dan selalu ada demikian.Kemudian sebuah fenomena yang menarik lagi adalah keberadaan tentang komunitas taeter kamus/ universitas, yaitu dimana kelomok ini adalah tidak bisa dikatagorikan sebagai kelompok sekolah dan juga tidak bisa pula dikatagorikan sebagai kelompok data komunitas umum. Komunitas teater kampus adalah sebuah kelompok mahasiswa-mahasiswi yang berminat untuk berkegiatan dalam kreatifitas teater. Keanggotaannya kebanyakan adalah purna dari kelompok komunitas teater sekolah dan masih bingung/mencari identitas dalam pemaknaan seni taeter sebagai sebuah komunitas independent.

    Penulis menanggapi pula tetang keberadaan tentang komunitas teater yang dicatatnya sebagai komunitas teater festival yaitu keberadaan kelompok ini hanya bisa ditemukan pada saat diadakannya sebuah perhelatan festival teater dan kemudian setelah kegiatan festival tersebut usai, begitupula adanya usainya kegiatan komunitas tersebut.

    Nama Alm. Idrus Tintin adalah seoarng sosok pendahulu perkembangan taeter modernd di Riau. Dalam dunia seni peran/teater, berbagai pengalaman telah ia peroleh dan berbagai sumbangsih telah ia berikan. Ia adalah juga seorang penulis puisi dan naskah teater baik berupa saduran ataupun karya pribadi.
    Kemudian beberapa nama-nama lain adalah tidak segaung dan segema nama-nama Alm. Idrus Tintin. Ini entah dikarenakan apakah seniman teater Riau adalah sosok lowprofile atau memang karena ketiadaan seniman teater lagi di riau ?.

    Nama-nama tokoh teater riau yang lain memang ada, namun tak ada yang sampai melegenda dan meninggalkan banyak bekas yang dapat dikenang. Kemajemukan ini bisa jadi karena juga pengaruh budaya Melayu. Adanya hal tersebut yaitu dikarenakan pengaruh budaya Melayu yaitu pengagungan atas nama selain nama sang pencipta adalah sikap yang kurang terhormat.

    Keragaman yang lain yang dapat disimpulkan dari tokoh teater Riau adalah ragam dari dua varian umum yaitu; tokoh teater yang mengetahui bentuk teater secara autodidak dan tokoh teater yang mengetahui bentuk teater secara autodidak dan akademik . Kebanyakan tokoh teater autodidak mendapatkan pengetahuan tentang teater adalah berdasarkan kegiatan teater tradisi yang menjadi bagian dari keseharian kegiatan yang ia lakukan bersama kelompoknya. Dengan adanya perkembangan teater hingga menjadi bentukan teater modernd maka tokoh – tokoh teater autodidak tadi mendapatkan banyak informasi yang lebih dalam ragam perkembangan karya-karya teaternya. Tokoh teater autodidak dan akademis adalah sosok dari beberapa orang yang menempuh jalur pendidiakan teater secara akademik dan juga memiliki latar pengetahuan teater dari ragam kegiatannya sebelum menempuh teater secara akademis. Ragam dari tokoh teater autodidak dan akademik adalah juga biasanya berlatarkan dari keanggotaan di sebuah kominitas teater.

    Bersama dengan komunitas dan kelompok sanggarnya, tokoh – tokoh teater itu hanya sebagian kecil yang mementaskan karya secara berkala. Demikian pula dengan keberadaan kelompok teater sanggar sekolah yaitu itensitas pementasan mereka hanya berupa kegiatan festival dan peringatan hari-hari besar saja.

    Merupakan suatu keuntungan sebenarnya yaitu keadaan geografi daerah Riau yang berada di lintas antar negara dan point of interest sebagai daerah budaya kerumpunan Melayu yang kental. Letak Riau sebagai lintas antar negara memungkinkan adanya bentuk akulturasi budaya yang mengimbas kepada perkembangan bentuk pementasan teater modernd Riau. Selain itu juga, perkembangan teater Riau akan mendapatkan suatu contoh keragaman dari berbagai macam perkembangan teater di luar wilayah. Sebagai point of interest daerah budaya kerumpunan Melayu pun memberikan warna yang berbeda dari contoh pertunjukan teater modernd di Riau. Namun hal ini belum bisa dimaksimalkan. alhasil adalah sekarang bentukan teater modernd di Riau masih sangat jauh tertinggal dari perkembangannya karena beberapa catatan penting di antaranya :
    1. Alternatif tentang bentuk budaya Melayu yang mempengaruhi (secara langsung/tidak) teater modern di Riau tidak bisa dimaksimalkan untuk dijadikan sesuatu yang menciri khas,
    2. Kelompok komunitas / sanggar teater di Riau hanya mampu memberikan tontonan yang terjebak kepada proses dilematis pendanaan dan ke-kurang-ahli-an pengelolaan produksi pementasan.
    3. Tokoh teater Riau yang masih mempunyai anggapan yaitu teater hanya menjadi suatu kegiatan sampingan penghibur kebosanan, demikian pula keberadaan masyarakat Riau yang masih beranggapan teater hanya sebagai suatu bentuk tontonan hiburan.
    4. Proses pembekalan tentang teater sebagai sarana komunikasi masa, belum menjadi suatu yang dapat di utamakan oleh pe-seni di Riau

    Penulis menyadari bahwa kegelisahannya dalam makalah ini akan memberikan suatu dampak pada ketidaksetujuan dan pernyataan sikap oleh berbagai pihak pembaca. Perlu diadakannya alternatif diskusi yang berkelanjutan atas makalah ini agar tercipta suatu makalah yang sempurna dan bisa menjadi bentukan dari sebuah loncatan untuk proses pengidentifikasian sosiologis Melayu dan seni teater modernd di Riau.

    Terimakasih.

  • CHAWAN said:

    maaf jika sedikit menusuk hati,..

    Xpresi klo gw ble nilai ni ya,..
    tempat nya anak anak sok b’Lagu pinter,..
    sok sibuk,..’

    padahal berita yang disajikan,..huh,.
    kmpungan banget…

    dengan ini gw arap anak anak Xpresi dapat termotivasi buat memberi berita yang terbaik,..
    kalo bisa yachh brtaraf internasional,. bukan nya daerah,..

  • Xpresi Crew (author) said:

    Kepada CHAWAN:

    Kami tantangin, kalo bisa silakan gabung SJ Hunt belum berakhir… silakan daftar,.

    Apa guna taraf Internasional kalau daerah kita sendiri tidak dikenal orang, gimana menurut kamu?

  • dhiekenzo said:

    mantabbb tuuhh mass admin..

    haahaa..

    semua harus d mulai dari nol..

    masih banyak waktu untuk berbenah diri..

    ekspresii punya nilai positif karena mnjembatanii ekspresii kreatif kitaa nakk riaauu ne..

    ttap smangat buat admin n crew..

    :)

  • Ronaldo Rozalino said:

    Assalam. Expresi saat ini sudah bebrbenah diri. Terlihat dengan isi dan berita yang berkualitas dan menjembatani kreatifitas remaja yang sedang hangat-hangatnya memperkenal diri secara positif. Saya mendukung dengan adanya wadah seperti expresi ini. Karena remaja saat ini sudah kehilangan jati diri sebagai anak muda Idonesia yang telah terdoktrinisasi dengan 3 F (Fun, Food, Fashion) 3 F yang dibawa budaya barat menjadikan remaja kita menjadi kehilanagan percaya diri dan ikut-ikutan. Expresi inilah wadah yang sangat tepat buat remaja sekarang ini. Semoga Allah SWT memberikan kebaikan dan keberkahan buat kita semua. Salam Aktif Kreatif Inovatif. Wassalam.

  • anton said:

    Semoga XpresiRiau.com makin jaya di Internet dan gaungnya terdengar secara online maupun offline. Mari kita majukan Riau di dunia maya….

    Salam
    RiauProperty.com Team

  • DAYAT said:

    Asslm.
    saya mw nanya gmn cara masukkan berita tentang kegiatan di sekolah ke xpresi .
    reply to my mail.
    thx b4…

  • anak riau said:

    … buat anak riau .. yang khususnya melayu nihh … jangan rendahin budaya kita donk …
    …and buat chawan ,, seharusnya loe bisa menghargai kebudayaan daerah.. bukan internasional … pegi ja loe dari indonesia !!!!!!!!!!

  • Ronaldo Rozalino said:

    Sukses selalu buat ekspresi

  • vito said:

    Hye, expresi. . .
    Have a great day. . .!
    Expresi, ko’ rubrik mengenai info tntng film2 new realese ga da lagieeeee???
    why??
    duch, expresi msukin lgeee ea rubrik na. .
    oc?!

    o’ ea, expresi jg hrs mnambh ilagi mngnai info2 menarik mngnai negara2 maju sprti negara di eropa. . .
    jdi, bkan hnya di indonesia jahh,
    tp info mngnai negara2 maju na hrus lebh diperluas lageee ea. .
    oc?1
    thnks!
    ^_^

  • vito said:

    O ea,
    expresi aq leh inta ssuatu ga ma expresiiiee???
    tolong dong tampilkan cmmnt aq nieh di rubrik hal 1 expresii dong. . .?
    yah2. . .
    please. . .
    hohohohoohoo. . .
    thnks. .


    <strong

  • Rusa Bawean™ said:

    numpang mampir
    salam kenal….

  • Chandra Yanto said:

    Kepada YTH:Xpresi aku tanya bagaimana cara buat anggota di xpresi,dan buat email nya?Sebelum nya saya mengucapkan banyak terima kasih.tolong di balas/([email protected])

  • andoz said:

    mahasiswa bisa jg kan berkarya di Xpresi??
    seperti acara2 hanya diperuntukkan bwt pelajar/siswa aja??

    toh mahasiswa jg ada kok yg ingin mengembangkan bakat kebidang broadcasting dan jurnalistik kyk aq…(sori narsis..)

    tolong dijwb, terserah mw ke email ato disni..

    trimaksih…

    sukses bwt Xpresi Riau Pos…

  • I.ReFadLynO said:

    hI…ExPReSI…
    aQ nelly ExPReSI bs nolongin aq g”…aq da knalan ma dr sobat ExPReSI..tp skrg kmi b2 los contack…bs nyari alamatnya g’ nama nya F4dLY nak rengat….

  • Musa said:

    WHEH, kok aku bisa terdampar di sini???

    Hehe, ya udah. Salam kenal aja….

  • imam tauhid said:

    hai expresi yang makin ca’em ja..
    qu mau nanya ne..caranya kirim tulisan ke expresi gimana,lewat situs ini bisa gak,kalo bisa gimana caranya?
    tanks ya.. ditunggu jawabannya.

  • B. Alboin pangaribuan said:

    bagus juga tuh ulasan. kalau bisa buat juga dari daerah lainnya, sperti pesisir Indonesia bagian Timur, mislnya Kota Aek nabar, Rantau perapat, Labuhan batu.
    Makasih

  • ruslizainalsangvisioner said:

    ExpresiRiau.com memang keren dan gaul habis. Mantap banget, maju terus dan berikan yang terbaik buat Riau.

  • khuroshaki said:

    story siti nurbaya story.. who is feel?

  • Ratih said:

    boleh dong mampir…he he salam kenal aja,mantebbb bangeett..maju terus oce.

  • admin (author) said:

    @imam tauhid: Kirim ke alamat yang bisa kami lihat dibawah halaman ini..
    thanks..

  • Andika suma said:

    hai semua gue andi nayari temaen no hp gue 081375889061

  • yun said:

    gmn cara nha jd member ??????
    n dpet krtu member nha ????
    saya dari smk 5 pku..

    thankzz…….

  • pradipta said:

    salam redaksi xpresi,

    saya ingin bertanya apakah saya dari luar riau yaitu bali, bisa juga mengirim karya berupa puisi atau cerpen????
    kalo bisa apa saja syaratnya dan dikirim dalam bentuk/format apa
    (attachment atau email biasa)? bales ya…

    salam…..

  • kurnia said:

    kapan xpresi maen ke smpn 23

  • silvia said:

    Salam Redaksi.

    saya suka banget dgn rubrik xpresi ini.
    saya hobi nulis puisi. gimana ya cranya agar puisi saya itu masuk kredaksi xpresi???

    mohon jawabannya.

Silakan beri komentarmu

Berikan komentarmu. Bisa juga minta info jika ada komentar baru lewat RSS.

Curahkan isi hati, tunjukkan Xpresi mu!!! no spam or your IP will be banned

Kamu juga bisa gunakan tags ini:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>