Home » Archive

Articles in the Koleksi Puisi Category

Puisi Cinta »

[15 Des 2010 | One Comment | 277 views]

Judul:-
Tema: Cinta, Rayuan, Romantis
Gadisku….
Senyummu Seindah pelangi senja
Membuat semua mata terpana…
Canda tawamu membuatku tergoda
Sihir pesonamu….
…Menggetarkan hatiku,
Meresahkan jiwaku…
Membuat aku slalu merindu…
Ingin bertemu,meski sekedar menyapa

Puisi Cinta »

[12 Des 2010 | No Comment | 217 views]

Tiada tau apa yang terjadi…
Kurasa dirimu, dalam suatu kejutaan…
Hati didera rasa ,dasyat…
Hingga mampu buatku terpana…
Sejak ku sadari bahwa ku suka kamu…
Kuseakan terbawa impian, bersamamu…
Dirimu bermain dalam khayalku…

Koleksi Puisi »

[19 Sep 2010 | No Comment | 1.181 views]

kau adalah kuntum hariku
yang tebarkan asa
merangkai seribu mimpi
saat kalut menyimpul rapuh
kau adalah kuntum hariku
begitu sejuk teteskan embun
di sekeping jiwa hampa
kau adalah kuntum hariku
yang mekarkan tabah
menyungging semangat
saat mendung memayung hati
kau adalah kuntum hariku
berputik kasih
yang tumbuh mewangi hiasi cerita hidupku
kau adalah kuntum hariku
karna kau dan aku satu jiwa
Jasmawati,
Anggota FLP Pekanbaru

Koleksi Puisi »

[19 Sep 2010 | No Comment | 960 views]

Ketika tanah tak lagi basah
kukejar bayanganmu di atas mimpi
namun kau terus saja berjalan
Hujan membentuk tanda seru
angin menari, mengentak,
berteriak dalam bisu
melerai cerita menyeka sukma
Kuhembus nafas ke udara tanpa rasa
menyurut gelisah, senyum kusulap rata
menyeka sepi, sunyi terjaga
hadir dan pergi dalam khayal
yang tak pernah ada
Afriyanti,
Anggota Sekolah Menulis Paragraf
Angkatan II

Koleksi Puisi »

[19 Sep 2010 | No Comment | 705 views]

Tragedi yang tak serupa
Tiba-tiba menjelma saja
Hadir tak ada berita
Pulang entah ke mana
Gerimis ini kala berbeda
Ada deraian air darah mengkuyupi tanah
Tengah malam yang lengah
Terlungkup di hamparan sajadah
Korban dari sumpah serapah
Dari segelintir pemikul amarah
Di setungkah malam
Di mana ia tak lagi memijakkan diri
Pada hamparan tubuh bulan Syawal
————————-
Puisi Idul Fitri, Hari Raya oleh:
Al-Fanizat,
Siswa Kelas VII
MTsN Kec. Bukit Batu

Koleksi Puisi »

[19 Sep 2010 | No Comment | 515 views]

Pelita Idul Fitri
———————-
Bermula pada mengenakan
sumbu perjuangan
Di kedai-kedai Ramadhan
Berpadu bersama minyak
Lailatul Qadar pula
Juga berseteru pada api
yang merasuk jiwa
Hembusan angin membelai
colok-colok itu
Aneka pelita Idul Fitri
yang meredup terang
Bersama manisnya para pejuang
—————————–
Puisi Idul Firtri, Hari Raya, Lebaran
Hafiz Sofyan,
Pelajar tinggal di Sungai Pakning

Koleksi Puisi »

[23 Mei 2010 | One Comment | 2.736 views]

Sekarang kutahu
Dalam keracak laut biru
Ada kasih yang bercumbu
Menghitung hamparan waktu
Sebelumnya,
Tiada bernahu
Apa yang kulagu
Sebab kasihmu
Menggantung rindu-rindu
Aku jadi gagu

Puisi Alam »

[23 Mei 2010 | 2 Comments | 1.161 views]

Hujanku sudah berkalang tanah ditebas lalang malam petangberdarah lehernya agak kekiri terguling kengarai melantak tunggu,menyeringai ia bersakitanmerasa benar sebelum lalu.Ibaku menengok dari kejauhanRintik terisak menengadah mengjangkau-jangkau, ingin turutpun teguh kutegah, hilang sudah kawan sepermainan.Tak niat menega hilang keduanya, hujan dengan rintikmembujukku pada rintik, biar hujan pergi sendiri tinggallah rintik dengankuacuh meraung saja pesenyum rintikKuturut lalang hendak bertanya,bercakap sejenaklah sudahlalang mengapa engkau menebas hujan?berjawab tidak dari lalang, menekur iaHujan kan sudah begitu semenjak dulu, menitik air, benar melebatkah ia?atau kau diasung pawang-pawang?picik kau lalang!kemudian, rintik menyanyi sambil mencangkungumpama beruk tidak terjualHujan …

Koleksi Puisi »

[9 Mei 2010 | No Comment | 951 views]

Pagi dan malam yang sama
Mukaku mulai keriput
Saat kau tertelan waktu
Dengan juntaian peristiwa
Tersibak kaku
Aku masih di tempat yang sama
Menunggu
Berabad-abad yang lalu

Koleksi Puisi »

[9 Mei 2010 | No Comment | 3.015 views]

sedetik menatapmu kali pertama
sebetik pun rasa tak ingin menyapa
kebencian pun dendam
merajam pun menjilam
kubakar kau mauku
dengan kobar menggebu
inginku jilat hangus tubuhmu
degan puncak api amarahku
hingga tersisa sebatas abu
namun ku tak mampu.batu.
kau begitu sejuk, menekuk
kobaran hati terbius takluk
karena kau bebutir bening embun
dan dedaun hatiku hijau rimbun
———————–
Puisi Tentang Hati
Zahra Permata Bunda,
Penyuka sastra, tinggal di Pelalawan

Koleksi Puisi »

[9 Mei 2010 | One Comment | 2.136 views]

Di bawah langit senja Mei
Air memantulkan langit yang diam
di tepian di antara sungai-sungai
dan bebatuan
Kulihat sayap-sayap yang patah
di dalam lingkaran meribut
Kuamati makhluk-makhluk itu
terbang ke udara tinggi